Hukum macam apa ini, seorang guru dipenjara gara-gara ngajak siswanya Sholat


MALANG.INFO - Guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 3 Parepare, Darmawati divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Parepare atas kasus pemukulan terhadap siswinya berinisial AY. Dia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dan 7 bulan percobaan.

Kasus ini sendiri terjadi pada Februari 2017, ketika Darma mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Salat Dhuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan salat di Musala.

“Saya tegur mereka dan mengibas siswi yang tidak shalat dengan mukenah. Ternyata atas peristiwa tersebut, salah seorang siswi melapor. Padahal saya tegur hanya untuk kebaikannya dan menggugurkan kewajiban saya sebagai orang tuanya di sekolah,” jelas dia.

Sementara itu, salah seorang guru di SMA Negeri 5 Parepare yang enggan namanya dicantumkan mengaku prihatin dengan vonis yang diberikan hakim kepada Darmawati.

“Padahal visum dokter tidak ada memar atau luka apapun di tubuh siswa yang melapor. Kasihan kami para guru jika terus dikriminalisasi untuk perbuatan yang kami lakukan dalam batas kewajaran sebagai tenaga pendidik,” kata dia.

Asram AT Djadda, Wakil Dekan Fakultas Hukum Umpar mengaku akan mengawal kasus yang menimpa Darma itu. “Kami akan habis-habisan, sampai betul-betul mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya. Kami juga menuntut agar nama baik Bu Darma dipulihkan,” kata dia.

Memang sangat aneh melihat hukum di Indonesia saat ini, keadilan belum seutuhnya ada di Negeri ini. Tujuan guru tersebut sangat baik, yaitu untuk memberi kesan religius sekaligus mendisiplinkan siswanya. Tapi hanya dengan dikibas saja siswanya sampai melapor? Siswa macam apa ini...orang tuanya juga bodoh.

Jika semua siswa disetiap sekolahan seperti ini: sedikit-sedikit lapor ditambah hakimnya ngawur, terus gurunya dipenjara mau jadi apa kalian semua tanpa guru?

Peran orang tua juga penting disini, banyak juga yang nggak terima mendengar laporan anaknya yang dapet hukuman dari gurunya disekolah karena kesalahan anaknya sendiri, saking nggak terimanya lalu si orang tua lapor dan lagi-lagi gurunya dipenjara, kalau semua guru ada di penjara nanti yang didik anak kalian siapa? mau kalian didik sendiri? Yakin bisa?

Dari bebearapa kejadian banyak sekali bentuk diskrimasi terhadap guru, seakan-akan peran/profesi guru itu lebih rendah dari koruptor sehingga pantas untuk dipenjarakan,padahal yang koruptor saja bisa duduk manis dirumah. miris memang, tapi inilah Indonesia Negara hukum namun tak tahu arah hukumnya kemana.

Subscribe to receive free email updates: